Pelatihan fungsional adalah metode aktivitas fisik yang dilakukan tanpa menggunakan peralatan olahraga, yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik dengan meniru gerakan normal dari hari ke hari. Jenis latihan ini sangat jelas, dan memberikan tubuh yang digariskan dengan baik dan kokoh dalam beberapa minggu pelatihan. Selain itu, latihan fungsional juga berfungsi memperkuat perut, punggung bagian bawah, mencegah cedera, mengurangi kelelahan dan memperkuat otot.
Latihan-latihan latihan fungsional
Pelatihan fungsional dilakukan dengan menggunakan kabel elastis, berat 1 hingga 3 kg dan bola, tetapi selalu membutuhkan bahwa praktisi memiliki postur yang baik saat melakukan gerakan. Itu tidak dibuat dengan peralatan binaraga normal seperti yang ditemukan di sebagian besar pusat kebugaran.
Beberapa contoh latihan adalah:
Latihan 1
Berbaring menghadap kaset dan bersandar dengan tangan terulur dan punggung tetap lurus. Kemudian tarik beban tubuh ke depan dengan lengan Anda, kencangkan pundak Anda dan jangan menggerakkan kaki Anda.
Latihan 2
Buka kedua kaki selebar bahu dengan satu berat di masing-masing tangan, miringkan tubuh ke satu sisi, tanpa menggerakkan kaki dan menjaga punggung tetap lurus dan kemudian ke sisi yang lain.
Latihan 3
Jaga kedua kaki Anda selebar bahu dan dengan bola di tangan Anda, tekuk kaki Anda dan kembalikan pinggul Anda, lalu naik.
Latihan-latihan latihan fungsional dapat dilakukan di rumah, di luar rumah atau bahkan di pantai, misalnya.
Siapa yang bisa melakukan pelatihan fungsional
Pelatihan fungsional dapat dilakukan oleh atlet, postpartum, tidak bergerak atau siapa saja yang tertarik untuk meningkatkan fleksibilitas, menipiskan dan memperkuat otot.
Tidak ada kontraindikasi, karena latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, yang berarti bahwa pelatihan fungsional dapat dipraktekkan bahkan oleh orang tua dengan penyakit ortopedi seperti radang sendi, arthrosis, sakit punggung, herniated disc dan lain-lain.