Emosi adalah cara seseorang bereaksi terhadap situasi tertentu dan memanifestasikan dirinya dengan menangis, tertawa, gemetar, tersipu-sipu atau bahkan pingsan, misalnya. Emosi manusia bisa positif atau negatif sesuai dengan situasi dan bawaan atau belajar melalui hidup dengan orang lain.
Namun, sementara emosi adalah cara untuk mengekspresikan perasaan secara spontan, mereka juga dapat disimulasikan atau dipaksakan, dan hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi.
Selain itu, individu mengekspresikan emosi yang berbeda dalam situasi yang sama, karena emosi berkaitan dengan temperamen, kepribadian, dan motivasi setiap individu.
Emosi Utama
Emosi utama adalah emosi yang hadir di semua budaya dan oleh karena itu bersifat universal dan terkait dengan naluri bertahan hidup seperti ketakutan, kesedihan, kebahagiaan atau kejutan.
Emosi Sekunder
Emosi sekunder adalah emosi yang dihasilkan dari kombinasi emosi utama, dan situasi lingkungan, yang berasal dari hidup dalam masyarakat, seperti rasa malu, kecemasan, cupa, kebanggaan, atau cemburu.
Emosi positif
Emosi positif termasuk kebahagiaan, cinta, syukur, kepuasan dan kegembiraan, misalnya, dan membawa kesejahteraan, sukses di sekolah dan di tempat kerja, hubungan sosial yang lebih baik, dan kesehatan mental dan fisik.
Emosi negatif
Emosi negatif seperti rasa takut, marah dan patah hati mengarah pada perilaku yang terfokus untuk menghindari atau mengatasi ancaman.
Konsekuensi emosi
Berbagai emosi dipicu oleh situasi eksternal dan beberapa reaksi yang memanifestasikan emosi meliputi:
- Nyeri perut;
- Menangis atau tertawa;
- Gemetar, terutama kaki;
- Blush;
- Kehilangan suara;
- Rasakan napas atau jantung berdebar.
Mengingat emosi dan perilaku yang dimiliki orang tersebut, penting bagi orang untuk belajar menghadapi reaksi, terutama ketika ia bersikap negatif. Pelajari Bagaimana Dalam: 4 Langkah Untuk Mengendalikan Emosi Negatif.